Thursday, July 18, 2013

tugas softskill 4


“Berbahasa Sesuai Dengan Ranah Pemakaiannya”

Tema yang barusan saya tulis diatas itu sekarang sepertinya menjadi angin lalu bagi sebagian bahkan hampir seluruh masyarakat Indonesia. Kenapa saya katakan angin lalu, itu dikarenakan masyarakat Indonesia sudah tidak memperdulikan cara berbahasa sesuai dengan fungsi, kegunaan dan tempatnya.

Bahasa adalah sesuatu cara yang dimiliki oleh manusia untuk memperoleh informasi satu dengan lainnya. Penyampaian bahasa tidak akan sempurna bila penyampaian kita tidak bisa dipahami oleh orang lain dengan baik. Pada saat ini, pemakaian bahasa hampir tidak sesuai dengan ranah pemakaiannya. Hal ini banyak terjadi pada kalangan anak-anak, remaja dan bahkan orang dewasa.

Seringkali masyarakat mencampur aduknya dengan bahasa asing contohnya seperti bahasa inggris. Hal ini terjadi dikarenakan modernisasi yang melanda seluruh negara ini yang tentunya tidak bisa kita salahkan dalam rusaknya cara berbahasa sesuai dengan ranahnya. Hal ini diperparah dengan tontonan yang tidak mendidik dari beberapa program televisi yang mempertontonkan gaya bahasa yang semrawut atau bertentangan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga generasi muda pun terpengaruh, terbawa lingkungan untuk berbahasa tanpa adanya aturan.

Contohnya, ketika kita beratanya pada teman kita yang sedang melakukan sesuatu, kita jarang mengatakan, “Apa yang sedang kamu lakukan?”, melainkan kita akan mengatakan, “Lo lagi ngapain?”. Kata lo dan ngapain sebenarnya tidak mempunyai arti dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tetapi kita sudah mengerti dengan kata tersebut diakibatkan pemakaian gaya bahasa tersebut sudah mendarah daging dari kita kecil. Pemakaian bahasa seperti itu dapat membuat orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia akan bingung karena tidak sesuai dengan struktur kalimat yang dianjurkan.
Bahkan saat ini sudah banyak penyimpangan kata-kata dari bahasa Indonesia yang diadaptasikan ke dalam bahasa kampungan atau alay. Pelakunya tentu saja orang-orang dengan tingkat pindidikan rendah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahasa alay merupakan bahasa yang bergaya bebas dengan menyelipkan angka dan simbol dalam satu kata. Misalnya kata ‘Aku sedang makan’ menjadi ‘aK0o3h l9! mX4n’. Bingung dengan cara bacanya, kan? Itu baru satu kalimat, bagaimana jika kita mendapat pesan yang berbaris-baris dengan cara penulisan yang seperti itu?

Memang, bahasa merupakan alat ekspresi diri, tetapi juga sekaligus sebagai alat untuk menunjukkan identitas diri. Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan ranah pemakaiannya. Melalui bahasa kita dapat menunjukkan asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Jangan malu jika dibilang sok baku oleh teman atau dianggap aneh karena bahasa merupakan cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.

No comments:

Post a Comment